Lari, merupakan olahraga yang murah dan tanpa alat. Namun rata-rata orang menjadi cepat lelah dan pengap ketika berlari. Hal ini mungkin karena belum terbiasa lari dan juga cara lari yang salah. Berikut beberapa cara agar tidak mudah lelah saat berlari.

Posisikan Tubuh dengan Postur yang Tepat

Lari bukan hanya tentang kecepatan, namun posisi tubuh yang tepat dapat menghindarkan diri dari beberapa cidera yang mungkin terjadi. Cara memposisikan tubuh yang tepat sat berlari yakni  dada dicondongkan ke depan, namun tubuh dan pinggang jangan sampai tertekuk agar mudah bernapas. Dengan posisi tubuh seperti ini, kita akan mendapat bantuan gravitasi saat berlari.

Sesuaikan Napas dengan Langkah Kaki

Teknik yang sesuai yakni kita bisa menggunakan satu tarikan napas untuk dua langkah kaki, serta satu hembusan napas untuk dua langkah kaki. Hal ini akan membuat kita berlari dengan cepat dan efisien, tanpa perlu khawatir terasa sesak di dada. Gunakan pernapasan hidung saat berlari, karena saat kita menggunakan pernapasan mulut kerongkongan akan mudah kering sehingga cepat haus.

Ayunkan Tangan saat Berlari

Ayunan tangan ternyata sangat berpengaruh bagi kecepatan saat berlari. Tangan yang diayunkan akan membuat otot dada dan bahu semakin elastic sehingga akan mempercepat masa transisi saat berlari. Semakin kencang kita mengayunkan tangan, maka kecepatan lari akan semakin kencang pula. Cara mengayunkan tangan yang benar yakmi mengepalkan tangan dengan posisi ibu jari di dalam kepalan.

Usahakan Jari Kaki Menghadap ke Langit

Tubuh akan terasa lebih ringan jika ketika berlari bagian kaki depan kita daratkan dengan cepat namun lembut. Hal ini akan membuat pinggul dan panggul mendorong tubuh kita lebih efisien tanpa mengeluarkan energi yang banyak. jadi mendarat menggunakan ujung jari kaki akan lebih baik daripada dengan tumit saat berlari.

Posisikan Kaki searah Jarum Jam

Ketika berlari angkat kaki ke atas posisi searah pukul 12, kemudian menuju pukul 3, dan daratkan seperti pada pukul 6 serta ayunkan kaki ke belakang mengarah pada pukul 9. Kegiatan ini akan membuat pergantian kaki yang cepat sehingga mempercepat kecepatan lari juga.

Ubah Kecepatan Lari

Berlari dengan tenaga yang maksimal justru akan membuat kita cepat lelah. Untuk menghindari hal tersebut mulailah berlari dengan langkah santai dan ringan, jangan terlalu cepat. Tingkat kecepatan lari ini dapat dirubah kecepatannya secara bertahap, hingga sesuai dengan kecepatan yang kita inginkan. Ketika kita berlari langsung dengan kecepatan tinggi, makan kaki kita akan terasa sangat capek setelah berlari. Jadi atur kecepatan lari sesuai dengan tempo yang pas.

Jaga Jarak Makan dan Berlari

Jarak yang berdekatan antara makan dan lari akan membuat pencernaan menjadi tidak sehat. Tubuh akan terasa penuh dan napas juga akan tersenggal-senggal. Berlari hendaknya dilakukan sekitar 3 jam setelah makan, hal ini agar perut lebih mudah dan mendapatkan waktu yang tepat untuk mencerna makanan. Namun jenis makanan yang kita makan sebelum berlari juga sangat berpengaruh. Makanan yang mengandung banyak lemak dan protein akan lebih lama dicerna oleh tubuh, jadi memilih makanan yang baik tentunya harus lebih dipertimbangkan saat akan berlari.

Nah, itu tadi beberapa cara agar tidak mudah lelah saat berlari. Tentunya sebelum melakukan olahraga lari, jangan lupa melakukan pemanasan ya, agar otot-otot di tubuh kita tidak kram dan cidera saat berolahraga.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *